Empat hari yang lalu ada berita bencana dan duka untuk negeri kita, kecelakaan AIRASIA, menjelang penghabisan 2014. Sungguh ini bencana yang berat bagi semua, semoga keluarga, kerabat dari korban diberi kekuatan dan diberi tempat terindah bagi semua korban, AMIN.
Semua kalangan saling bahu membahu mengerahkan tenaga untuk membantu mengevakuasi korban. Walikota Surabaya, BASERNAS, TNI AL, Polisi, Presiden dan Wakil Presiden bahkan nelayan di Pangkalan Buun yang menjadi saksi mata bersedia ikut membantu pencarian korban. Para Psikolog dan Mahasiswa Psikologi juga turut membantu menenangkan keluarga dan kerabat para korban di Bandara Juanda Surabaya.
Salah seorang teman kuliah yang kebetulan sedang berada di Surabaya hadir ke Juanda untuk membantu memberikan bantuan, menenangkan dan meredakan efek trauma pada keluarga korban. Ketika berada di lokasi langsung, tentu suasana beda dengan suasana saat kita hanya menonton berita dari dalam televisi di kamar, kantor atau warung. Perasaan empati dan turut berduka tentu dirasakan.
Sementara semua orang sedang berusaha mengevakuasi dan berdoa, sebagian lainnya meributkan sesuatu hal di media sosial yang kurang pantas. Akan lebih indah teman, jika kita yang sekiranya tidak bisa membantu dan meringankan beban orang lain memilih untuk diam dan berdoa agar proses berjalan dengan lancar. Akan lebih indah teman, jika tidak saling memperkeruh suasana. Jika ada yang memberikan informasi mari bersyukur setidaknya ada media yang masih terus berusaha memberikan info yang diharapkan oleh keluarga. Cobalah untuk melihat dari segi positifnya, dengan tidak mengaitkan dengan hal lain.
Memberikan pendapat dan kritik memang boleh apalagi kalo membangun, tapi mari sejenak kita mengutamakan doa dan saling support bagi semua yang telah berusaha menjalankan tugas dan kewajibannya.
:)