Viewer

Rabu, 31 Desember 2014

Damailah sejenak :)

Empat hari yang lalu ada berita bencana dan duka untuk negeri kita, kecelakaan AIRASIA, menjelang penghabisan 2014. Sungguh ini bencana yang berat bagi semua, semoga keluarga, kerabat dari korban diberi kekuatan dan diberi tempat terindah bagi semua korban, AMIN. 
Semua kalangan saling bahu membahu mengerahkan tenaga untuk membantu mengevakuasi korban. Walikota Surabaya, BASERNAS, TNI AL, Polisi, Presiden dan Wakil Presiden bahkan nelayan di Pangkalan Buun yang menjadi saksi mata bersedia ikut membantu pencarian korban. Para Psikolog dan Mahasiswa Psikologi juga turut membantu menenangkan keluarga dan kerabat para korban di Bandara Juanda Surabaya. 

Salah seorang teman kuliah yang kebetulan sedang berada di Surabaya hadir ke Juanda untuk membantu memberikan bantuan, menenangkan dan meredakan efek trauma pada keluarga korban. Ketika berada di lokasi langsung, tentu suasana beda dengan suasana saat kita hanya menonton berita dari dalam televisi di kamar, kantor atau warung. Perasaan empati dan turut berduka tentu dirasakan. 

Sementara semua orang sedang berusaha mengevakuasi dan berdoa, sebagian lainnya meributkan sesuatu hal di media sosial yang kurang pantas. Akan lebih indah teman, jika kita yang sekiranya tidak bisa membantu dan meringankan beban orang lain memilih untuk diam dan berdoa agar proses berjalan dengan lancar. Akan lebih indah teman, jika tidak saling memperkeruh suasana. Jika ada yang memberikan informasi mari bersyukur setidaknya ada media yang masih terus berusaha memberikan info yang diharapkan oleh keluarga. Cobalah untuk melihat dari segi positifnya, dengan tidak mengaitkan dengan hal lain. 

Memberikan pendapat dan kritik memang boleh apalagi kalo membangun, tapi mari sejenak kita mengutamakan doa dan saling support bagi semua yang telah berusaha menjalankan tugas dan kewajibannya.

:)

Kamis, 18 Desember 2014

Kamar Ini

Hai..sudah berapa lama tak jumpa?. Apa kamu masih mengejarnya?. Apa sampai nanti akan saling menutupi?.
Hai..ngomong-ngomong aku sudah tak tahan bersembunyi di balik ekor mataku.
Hai..benarkah kamu tak pernah sekalipun menyukaiku?
Hai..hari ini, bahkan malam sebelumnya, dan malam sebelumnya aku melihatmu dalam tidurku.
Kamu tiba-tiba tak pernah absen mengunjungiku. Benarkah kamu tak suka padaku?
Kamu baru menyadari akhir-akhir ini bukan?
Sudah lama aku memohon dengan keras, kamu masih acuh.
Sudah lama aku ingin dilihat, namun sekarang baru kamu melihat dengan benar.

Pesona

Wahai engkau manusia bermata indah..
Bolehkah kulihat..sedikit saja..kehangatan disana..
Wahai engkau pria bersuara indah..
Bolehka kudengar getaran kau panggil namaku
Tak kan mudah melepaskan keindahanmu
Berhari-hari ku nikmati itu
Melalui tatapan dinginmu
Tak kan mudah merelakan wangimu
Setiap detik kuberlari mengejarmu
Hai..sungguh pesona.
Hai..kau mempesona
Bergerak cepat menuju tujuanmu
Bergerak lambat saat kau bimbang
Tak kan mudah melepaskan keindahanmu
Berhari-hari ku nikmati itu
Melalui tatapan dinginmu
Tak kan mudah merelakan wangimu
Setiap detik kuberlari mengejarmu

Selasa, 16 Desember 2014

Konsekuensi Cinta

Kebiasaanku yang gak pernah hilang adalah ngobrol sama orang asing dimana pun aku berada. Kemaren pas lagi di perjalanan pulang ke Bondowoso, di dalem kereta aku duduk hadep-hadepan sama seorang ibu paruh baya sama anak perempuannya yang masih sekitar umur 12 tahun. Empat jam perjalanan Surabaya-Jember aku dapat pelajaran tentang kehidupan berumah tangga ._. 
Jadi begini ceritanya...

Cermin Gadis.

Cinta bukan masalah seberapa lama kita saling mengenal. Cinta adalah perasaan seberapa nyaman kita bersamanya. Tak butuh waktu lama untuk menyadari cinta datang, kalau memang Tuhan berkehendak. Tak pernah memilih kepada siapa cinta ini jatuh dan rela terhempas. 
Seorang sahabat baru saja bercerita tentang perasaannya baru-baru ini. Ia sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada orang asing yang hanya dalam satu kedipan mata ia rela jika harus sakit saat cinta tak terbalas. Sebuah perasaan yang orang akan bertanya-tanya apa iya itu cinta atau pesona lukisan Tuhan yang digambar sungguh elok di rupa manusia.

Rabu, 03 Desember 2014

Tato dan Jas

Mulut memang lebih tajam dari ribuan tusukan pisau. Saat elo ditusuk tajamnya pisau tepat di jantung akan lebih mudah mati dengan sekali rasa sakit. Tapi mulut, elo gak akan langsung mati dengan mudah akibat hinaan, cacian, cibiran dan segala remeh temeh busuknya hati yang terselip dalam kata.
Tau apa kalian soal hidup orang per orang? Memang elo mau buat ngerasain pahitnya tinggal di kolong jembatan, makan nasi aking, atau berpanas-pandi mandi debu buat dapet lima ribu perak. Dan juga stigma. Itu semua elo buat label sendiri bahwa orang kumel, celana robek pastilah penjahat kelas ikan teri yang hobi mangkal di terminal dan malakin sana-sini.