"Ah kamu pasti begitu deh,,dia yang banyak berkorban kalo sampe kamu macem2 awas aja...blablabla"
"He's the best, kamu jahat banget sih."
"Kamu pecicilan sih padahal dia baik banget ga pernah gini gitu gini gitu eeq qucing."
"Dia terlalu berharga udah sama aku aja kalo km kelamaan."
"Dia ngelakuin ini itu ini itu ini itu lha kamu?"
Bisa dibayangkan hanya karena kamu tidak dilahirkan menjadi wanita dengan hati ibuperi yang selalu nampak baik, lalu semua ketulusan yang sebenarnya kamu miliki lenyap tak terlihat. Oh tidak, mungkin terlihat tapi sebesar abu saja tak lebih.
Tapi seperti para orangtua kebanyakan berucap, ketulusan tak selalu harus diperlihatkan dan hanya orang yang berjiwa tulus pula yang mampu merasakan.