Ternyata terik setiap hari dan tak lagi hujan. Perlahan aku menikmati walaupun teriknya bukan hanya untukku bahkan mungkin tidak ditujukan untukku. Sinarnya hanya datang begitu saja. Namun sungguh kurang ajar karenanya aku tak berharap hujan.
Hingga berubahlah warna ini menjadi kecoklatan..mungkin busuk kemudian.
Tapi sekali lagi aku semakin menikmati berdiam diri dibawah terik.
Suatu hari gerimis mulai turun. Apa ini? Aku sudah tak berharap hujan justru kini mulai datang?
Tidak,ini bukan hujan tapi gerimis. Bukan hal yang kuharapkan selain terik.
Gerimis terus turun dengan lembut tapi terikmu masih tak mau kalah menyengat.
Berhari-hari kalian datang bersamaan mempertontonkan keakraban yang mudah saja terjadi.
Oh..terik mampu bersanding dengan gerimis dan aku memang ada sebagai penikmat.
Tepat seperti kedatanganmu..seterang terik matahari dan mampu bersama lembutnya tetesan gerimis.