Viewer

Selasa, 19 Januari 2016

Terik dan Gerimis

 Terik datang saat aku ingin hujan. Terik..terik dan semakin terik..sedikit tidak tahu diri. 
Ternyata terik setiap hari dan tak lagi hujan. Perlahan aku menikmati walaupun teriknya bukan hanya untukku bahkan mungkin tidak ditujukan untukku. Sinarnya hanya datang begitu saja. Namun sungguh kurang ajar karenanya aku tak berharap hujan. 
Hingga berubahlah warna ini menjadi kecoklatan..mungkin busuk kemudian.
Tapi sekali lagi aku semakin menikmati berdiam diri dibawah terik. 

Suatu hari  gerimis mulai turun. Apa ini? Aku sudah tak berharap hujan justru kini mulai datang?
Tidak,ini bukan hujan tapi gerimis. Bukan hal yang kuharapkan selain terik. 
Gerimis terus turun dengan lembut tapi terikmu masih tak mau kalah menyengat. 
Berhari-hari kalian datang bersamaan mempertontonkan keakraban yang mudah saja terjadi. 
Oh..terik mampu bersanding dengan gerimis dan aku memang ada sebagai penikmat. 

Tepat seperti kedatanganmu..seterang terik matahari dan mampu bersama lembutnya tetesan gerimis. 

Minggu, 17 Januari 2016

Untukmu

Silahkan ambil bagian dari rasaku
Silahkan peluk bagian dari rinduku
Percuma saja kusimpan jika tak tertuang
Tertuang namun tak tersimpan olehnya

Aku tak akan seanggun dirimu 
Aku tak mampu berlagu syahdu
Berdiri tertunduk teduh hanya milikmu

Genggamlah di atas sana
Akupun begitu menggenggamnya
Hanya untuk masa itu.