Viewer

Selasa, 26 Juli 2016

Hari Jadi Bondowoso Ke-197

Ngomongin soal Bondowoso aku nggak akan bahas tentang wisatanya ah. Udah terkenal banget you you bisa search atau mantengin host-host MTMA udah kemana aja hasil explore Bondowoso HAHAHA (JUMAWA). 
Ini aku mau bahas perspektif anak gadis tentang kediamannya. Kalau aku ditanya,"eh asli mana sih?" aku selalu jawab "Malang". Tapi, ketika  ditanya,"rumahnya dimana sih?" aku pasti jawab "Bondowoso". Namanya rumah seperti apapun kondisinya disitulah aku selalu ingin pulang. Aku memang tidak terlahir di tanah Bondowoso tapi nyatanya tanah Bondowoso lah yang membesarkanku, air dan udara Bondowoso juga lah yang memberi sumbangsih besar atas kehidupanku. Semenjak merantau ke luar kota buat menuntut ilmu tsaaaahhhh,aku selalu membandingkan apa yang kota lain miliki dan apa yang "rumahku" miliki. Bondowoso itu kota mati. Bondowoso mati dari hedonisasi,kemacetan, demonstrasi, atau bahkan taman kota yang bertebaran. Bondowoso sama sekali nggak pernah macet karena ya jumlah kendaraan yang nggak sebanyak kota besar. Demonstrasi sih ada tapi bisa dihitung jari jumlah pendemonya karena apa?mereka lebih milih waktunya terbuang di sawah, di jalan untuk menarik becak, di kantor untuk bekerja, dimanapun yang menghasilkan rejeki. Ngga ada taman kota bertebaran? Yasshhh,,karena ya buat apa?BONDOWOSO UDAH SEGER BANGET WEY!:)))) Situ mau narik napas dalam-dalam, nggak dalam-dalam, setengah-setengah, seperempat-seperempat yang masuk ke paru-paru udaranya tetep seger hehehe. 
Masyarakat disini juga ramah-ramah yang mayoritas suku Madura, walaupun nggak lancar-lancar banget bisa ngikutin mereka ngomong tapi aku selalu suka dengerin mereka berinteraksi terutama saat lagi di pasar, uuhhhh emeshhh bisa cepet banget gitu ngomongnya. 
Well, what else? You are too awesome, Bondowoso!

Kalo kamu udah jatuh cinta, pasti kesulitan buat ngomong ga sih? 
Aku sebagai bagian dari pemuda-pemudi yang merantau ingin sekali menuliskan ini..

Kami pergi dengan meninggalkan potret
Kami pergi dengan meninggalkan tangis
Jika kami tak mampu membuatmu tumbuh,
Biarkan kami membuatmu wangi,
Jika kami tak mampu menaruh keringat disini
Biarkan kami membuatmu berseri,
Kami adalah yang ingin mereka sebut tumbuh darimu
Kami adalah yang ingin mereka elukan berasal darimu
Darimu Bondowoso,
Selamat menua dengan bahagia, masyarakatmu akan menjaga dan merawatmu
Tumbuh dan majulah menjadi kota yang selalu dirindukan, nyaman dan tentu rumah bagi kami.



Rabu, 13 Juli 2016

Cerpen Kita "That should be .."

Anne,2008
Bisakah aku menyentuh keindahanmu?
Aku memang bukan wanita terbaik tapi kamu juga bukan lelaki yang sangat baik. Biar begitu, aku tidak pernah mencintaimu setengah hati. Jatuh cinta memang tidak bisa memilih tapi harusnya bisa memilah. Aku memilih dan memilah mu menjadi hati yang harus aku cinta. Seperti yang kubilang, aku bukan wanita terbaik dalam sejarah percintaanmu. Aku wanita ceroboh, tidak penurut, keras kepala, dan aku memutuskan bukan menjadi wanita terbaik setelah satu tahun kita bersama. Kamu memimpikan wanita dengan kerapian luar biasa gila, menuruti semua arahan dan nasihat bagaikan orangtua, dan lembut hati dan pikirannya. Kita bisa bertengkar untuk hal sekecil upil. 
Kamu terlalu tinggi memang wahai lelakiku. Aku berusaha keras menyamakan segala hal agar mampu terlihat indah digenggamanmu. Aku tidak pernah gentar meninggikan statusku di hadapanmu. Aku dan kamu adalah dua manusia yang sama-sama tidak membawa apa-apa ketika terlahir di bumi. Orangtua kita lah yang menyediakan segalanya. Apa yang kita takutkan untuk berjuang bersama dari bawah? Mulanya seperti itu kupikir, tapi memang kamu yang sungguh terlalu tinggi dan aku yang sampai saat ini jauh melihat dari bawah agaknya terlalu lelah. Terlalu lelah bagimu untuk mengangkatku ke atas, agar sama tinggi denganmu. 

Bara,2016
Bisakah kamu memilihku?
Aku masih berusaha menyamakan posisiku denganmu. Menyamakan dengan memaksamu,menarikmu,tanpa pernah peduli tarikanku terlalu kuat dan berbekas. Aku tidak pernah peduli. Sampai suatu titik kesadaran bahwa aku terlalu tinggi atau kamu yang memang tidak bisa kutarik. Kamu nyaman dengan dimana kamu berdiri dan aku tak akan pernah mau menginjakkan kakiku di bawah. Hanya kualurkan saja tanganku, tidak dengan hatiku. Aku memberikanmu waktu untuk berlari menyamakan diri. Ternyata ada tangan lain yang tidak pernah menarik tanganmu. Ada tangan lain yang tidak memaksamu berlari kemanapun, dia memberimu tempat dimana kamu nyaman berada disana. Dia yang menggenggamu berjalan beriringan tidak mendahului, tidak dibelakangmu, tepat disampingmu dengan seikat bunga sederhana. 

Anne,2016
Kamu tidak sederhana,Bara.
Waktu yang kamu berikan sudah cukup untukku menyadari aku tidak memiliki sepatu yang cukup kuat dan bagus agar mampu mencapaimu. Terlalu tinggi dan berbahaya. AKU senang dibawah sini jika harus ke atas pun, aku ingin memulai bersama dengan orang yang tidak menarik tanganku dengan keras. Aku ingin pergi kemanapun dengan tidak kesakitan. AKU menikmati bunga sederhana dan genggaman lembut berjalan bersama.



Senin, 11 Juli 2016

Epilog "Cerpen Kita"

Patah hati dan jatuh cinta keduanya sama-sama nikmat. Patah hati akan terasa nikmat kalo kamu udah ngelewatin masa-masa itu. Kenapa bisa nikmat? Setelah patah hati biasanya fase pertama kita akan mengingat kejelekan mantan pasangan kita dulu, abis itu marah dan nangis sampe mata sebesar apel Malang. Terus fase kedua, kita akan mulai menerima bahwa mungkin kita juga bersalah sampe hubungan itu gak bisa berjalan dengan baik. Emosi positif mulai dibangun dengan segala daya dan belasan cup cake untuk menahan tangis, berdiam diri merefleksikan kesalahan. Fase ketiga, kita mulai menikmati hari dimana jomblo adalah anugerah terindah karena kita bisa bebas beraktivitas (alibi yang memang sengaja dibangun). Fase keempat, kita akan mulai mengkotak-kotakkan kenangan di masa lalu di sebuah loker yang kuncinya kita bakar. Fase kelima, kita menatap jauh ke langit, menyungging senyum semanis gulali, membiarkan angin mengambil alih dengan membelai rambut dan pipi kita. Pada fase ini kita akan mengatakan "ya, waktunya aku bersenang-senang dan fokus pada tujuan yang sempat tertunda. Mungkin akan ada yang terbaik menurutNya". Pada masa ini patah hati terasa nikmat. Kalo aja kita gak patah hati kita gak akan punya waktu untuk menatap langit, merefleksi diri, dan berdiri sok keren dan mengucapkan keoptimisan khas jomblo. Ini nikmat!

Jatuh cinta untuk pertama kalinya itu nikmat, tapi jatuh cinta setelah patah hati jauh lebih nikmat. Saat kita sama sekali gak punya pembanding rasa, dan diberi perasaan pertama kali jatuh cinta tentu rasanya luar biasa awesome! Kita menganggap itulah perasaan terindah. Nggak salah, itu memang terindah untuk hati yang sama sekali belum pernah terjajah. Berbeda dengan kalo kita udah patah hati banget tiba-tiba dikasih kesempatan lagi buat jatuh cinta. Kenapa beda? Kita waktu patah hati adalah makhluk yang menyeramkan. Muka penuh ingus dan tawa palsu, mata dihiasi timbunan air mata, dan hati yang "yaudahlahya" mode on. Di saat begitu ada yang bisa bikin kita jadi cakep lagi, mata seindah barbie lagi, dan hati yang "you are different, darl" mode on, akan merasakan kenikmatan yang jauh lebih besar dari orang yang pertama kali jatuh cinta. 

Ini adalah epilog dari kisah-kisah patah hati dan jatuh cinta yang soon akan aku post. Rada basi sih ngebahas patah hati dan jatuh cinta.Akan basi kalo ceritanya cuma dari aku, tapi tidak dengan kisah kasih dari sekumpulan orang.