Anne,2008
Bisakah aku menyentuh keindahanmu?
Aku memang bukan wanita terbaik tapi kamu juga bukan lelaki yang sangat baik. Biar begitu, aku tidak pernah mencintaimu setengah hati. Jatuh cinta memang tidak bisa memilih tapi harusnya bisa memilah. Aku memilih dan memilah mu menjadi hati yang harus aku cinta. Seperti yang kubilang, aku bukan wanita terbaik dalam sejarah percintaanmu. Aku wanita ceroboh, tidak penurut, keras kepala, dan aku memutuskan bukan menjadi wanita terbaik setelah satu tahun kita bersama. Kamu memimpikan wanita dengan kerapian luar biasa gila, menuruti semua arahan dan nasihat bagaikan orangtua, dan lembut hati dan pikirannya. Kita bisa bertengkar untuk hal sekecil upil.
Kamu terlalu tinggi memang wahai lelakiku. Aku berusaha keras menyamakan segala hal agar mampu terlihat indah digenggamanmu. Aku tidak pernah gentar meninggikan statusku di hadapanmu. Aku dan kamu adalah dua manusia yang sama-sama tidak membawa apa-apa ketika terlahir di bumi. Orangtua kita lah yang menyediakan segalanya. Apa yang kita takutkan untuk berjuang bersama dari bawah? Mulanya seperti itu kupikir, tapi memang kamu yang sungguh terlalu tinggi dan aku yang sampai saat ini jauh melihat dari bawah agaknya terlalu lelah. Terlalu lelah bagimu untuk mengangkatku ke atas, agar sama tinggi denganmu.
Bara,2016
Bisakah kamu memilihku?
Aku masih berusaha menyamakan posisiku denganmu. Menyamakan dengan memaksamu,menarikmu,tanpa pernah peduli tarikanku terlalu kuat dan berbekas. Aku tidak pernah peduli. Sampai suatu titik kesadaran bahwa aku terlalu tinggi atau kamu yang memang tidak bisa kutarik. Kamu nyaman dengan dimana kamu berdiri dan aku tak akan pernah mau menginjakkan kakiku di bawah. Hanya kualurkan saja tanganku, tidak dengan hatiku. Aku memberikanmu waktu untuk berlari menyamakan diri. Ternyata ada tangan lain yang tidak pernah menarik tanganmu. Ada tangan lain yang tidak memaksamu berlari kemanapun, dia memberimu tempat dimana kamu nyaman berada disana. Dia yang menggenggamu berjalan beriringan tidak mendahului, tidak dibelakangmu, tepat disampingmu dengan seikat bunga sederhana.
Anne,2016
Kamu tidak sederhana,Bara.
Waktu yang kamu berikan sudah cukup untukku menyadari aku tidak memiliki sepatu yang cukup kuat dan bagus agar mampu mencapaimu. Terlalu tinggi dan berbahaya. AKU senang dibawah sini jika harus ke atas pun, aku ingin memulai bersama dengan orang yang tidak menarik tanganku dengan keras. Aku ingin pergi kemanapun dengan tidak kesakitan. AKU menikmati bunga sederhana dan genggaman lembut berjalan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar