Viewer

Minggu, 17 September 2017

Kamu dan Playlist

Laut yang berbeda untuk menemukanmu. Jarak tempuh yang berbeda untuk mencarimu.
Air, angin, matahari, dan kamu seperti sudah menyambut sejak saat ini. Aku suka ini semua dengan segala playlist lagu-lagu indie folk kesukaanku. Hanya kusuka saat aku akan bertemu denganmu melewati laut, pepohonan cemara, dan berujung pada kamu. Sekumpulan musik indie folkku, hanya kusuka saat aku akan bertemu kamu. Selebihnya jika aku mendengerkannya tanpa akan betemu kamu, sungguh menyedihkan. Seakan ingin meminjam jubah superman lalu berdiri di depanmu. Seperti saat aku menulis ini, nyatanya tidak ada laut, tidak ada air, akupun sedang tidak terpapar sinar matahari, tapi sialan! aku memutar playlist ini hanya demi berkhayal aku sedang melakukan perjalanan untuk menemuimu. 

Aku tahu kamu tidak akan pernah beranjak dari tempatmu. Aku bisa datang kapan saja tanpa khawatir kamu pergi seperti yang lain. Aku tahu kamu akan memberikan hal istimewa seperti biasanya. Menggelitik jemari kakiku, mengajakku berlari kecil, membasahi setiap jengkal kaki, tangan kemudian tubuhku. 

Ini baru lagu ketiga dan aku sudah bisa mencium wangimu, sambutanmu, dan suaramu. Semuanya menerpa halus wajahku..pelan..hangat..basah..kemudian sesak. Aku menemuimu sendiri. Aku bercerita banyak hal yang tak satu pun kau alami tapi mampu kau pahami. Kamu membiarkan segala emosiku luruh tanpa pernah mengeluh, kamu memberikan ruang untukku. Seperti saat ini, bahkan saat jauh, hanya dengan mendengarkan musik kita berdua, aku mampu bercerita seakan dihadapanmu. Hanya menatapmu semua cerita sudah tersampaikan.

Musik berhenti,aku pun berhenti memikirkanmu.
Aku butuh seseorang yang akan selalu kuingat tanpa stimulus semua lagu ini.

Musik kembali berputar, aku mulai berpikir akan mengunjungimu dengan seseorang atau bisakah aku menemukan seseorang disana?. 

Dear, pantai..
Hari ini aku sengaja memutar musik kita berdua agar fikiranku saja yang mampu bertemu denganmu.