Viewer

Sabtu, 30 Agustus 2014

find out your home

Hampir dua bulan aku libur masa kuliah. Otomatis aku pulang ke kampuang halaman. Aku kuliah di Surabaya, kota yang panas mengalahkan panas mata ketemu mantan yang brengcek, yang gerahnya mengalahkan gerah ketemu musuh bebuyutan. Surabaya yang engga pernah ngantuk, disaat semua orang pengen bobo nyatanya Surabaya masih ingin menawarkan pesona lain. Hiburan, makanan, kemacetan dan segala kesibukan lagi layaknya kota besar. 


Belom bisa beradaptasi sejauh ini,disana. Sementara rumahku di Kota Bondowoso, kota yang panasnya masih bisa berdamai dengan pori-pori masyarakatnya, dingin di malam hari, dan sejuk di pagi hari. "KOTA PENSIUN" begitu mereka menyebut Bondowoso. Suasana yang sangat tenang, jauh dari asap pabrik, engga ada ban bekas dan bensin di depan kantor DPR, nggak ada pengendara yang ngomel gara2 macet. Nggak ada yang butuh waktu lama untuk ke rumah temen ato sodara. Karna kotanya yang segitu-gitu aja.

Dulu, waktu aku kuliah S1 betapa happy nya bisa keluar dari Bondowoso dan hijrah ke kota besar. Aku hijrah ke Malang, suasananya gak jauh beda sama Bondowoso. Tapi nyatanya, nggak happy2 banget,,tetep kangen rumah. Aku bahkan selalu nyempetin waktu buat pulang walopun cuma dua hari.

Dulu aku pikir rumah adalah bangunan yang menaungi kita. Ternyata nggak sesimpel itu, semakin sering aku meninggalkan rumah maka semakin bermakna "rumah" itu sendiri. Home, home,home,.tentang dengan siapa kamu tinggal, dengan siapa perasaan kamu berada, tentang kepada siapa kamu rindukan,sayang,dan cinta.
Semewah apapun rumah yang kamu miliki, jika rumah itu "kosong", it is not a home. Its a building, only.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar