Viewer

Minggu, 17 Agustus 2014

Psikolog bekerja..jengjeng!!

Pada suatu malam menjelang detik-detik kemerdekaan aku baru yakin aku sudah pantas menyandang gelar sarjana psikologi.Pada malam itu tetangga sebelah bertamu kerumah. Doi baru lulus SMK tahun ini dan lagi sibuk cari kerja kesana kemari membawa alamat Jeng Jeng!!. No, dia kesana kemari membawa CV tapi belom ada panggilan yang masuk.
Oya, tetangga sebelahku ini namanya Murni, doi blasteran Cina Madura, uhh kebayang gak tuh manisnya. Oke, jadi dia kerumahku dengan harapan dapet pencerahan dari sang psikolog handal. Dia nanya, "Mbak gimana sih caranya biar interview lolos?Aku udah di interview sih sama Perusahaan Spearpart gitu, mereka nanya aku minta gaji berapa". Aku masang wajah sok meyakinkan aja bak psikolog dengan jam terbang tinggi, "Nah terus kamu jawab berapa?". Murni menjawab dengan tegas dan lantang "Dua juta lah, tapi mbak pemimpinnya langsung kayak udang rebus mukanya,terus bilang mana mungkin minta gaji segitu ini kota kecil, gitu". 
Aku juga kaget sih denger dia minta gaji segitu bukan soal gajinya yang kegedean, tapi Murni belom pernah kerja dimanapun, tempat perusahaan yang dia lamar ada di kota kecil dengan UMR yang kecil juga, gaji pegawe negeri yang masih baru aja engga sampe segitu. Kerjaan yang diincer juga bukan Top Level. Kalo dia ke kota-kota gede yaa mungkin dapetlah segitu.
Akhirnya dengan nada bijaksana bijaksini aku ngasih saran Murni untuk 1). Cari tau dulu berapa UMR di kota itu, 2). Beri patokan sedikit diatas UMR sesuai dengan kompetensi yang kita miliki, 3).It's oke menyebutkan gaji yang diinginkan asalkan pas dengan kemampuan yang kita punya, 4). Tips saat datang untuk interview adalah penampilan rapih dan oke serta jabat tangan si interviewer. Tarik posisi badan sedikit maju karena itu nunjukin kalo kita beneran berminat berkerja di perusahaan mereka. Tersenyumlah seakan-akan ngobrol sama gebetan yang berhasil digebet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar