Diantara yang lain aku tak terlihat, nyaris dicampakkan. Berkumpul bersama mereka yang kau anggap sampah. Aku tak mampu berhias seperti mereka yang sering kau jadikan pilihan pertama, kedua, ketiga, bahkan urutan kesepuluh pun aku tak ada. Ah,,selalu disisimu, membantumu, bahkan akulah yang pertama ada ada tiap kali kau hijrah. Itu saja yang kau ingat tentangku. Selebihnya, seperti biasa kau injak harga diriku beserta keikhlasan yang selalu untukmu.
Aku tak bisa berdandan molek seperti yang lain sayang, tak rupawan dan menggairahkan. Mudah saja bagimu memilih yang lain, dan amat mudah saja bagiku mengalah beringsut ke sudut lain yang sangat kau harapkan. Rapuh, berkulit coklat dan kasar, lemah selalu menjadi bagian kalimat berjejer di kedua bola matamu, tak apa sayang sungguh tak apa. Aku yang buruk rupa mampu membawamu pergi hingga sejauh ini, berada di titik kejayaanmu. Kau tumpahkan segalanya padaku, kenanganmu bersamanya, mimpimu, karyamu, ceritamu, semua kau tumpahkan padaku. Aku cukup lapang untuk kehidupanmu, sungguh.
Pagi tadi seperti yang sudah-sudah aku berujung pada tamparan keras di tubuhku. Terhantuk tembok adalah ritual yang semestinya. Kulit lecet tentu bukan masalah besar dengan harga diri yang sangat murah untukku. Tapi keberuntungan belum hilang sayang, aku dijemput oleh keberuntungan yang ku impikan. Dua tangan asing mengangkatku menjauh dari kehidupanmu, anehnya aku merasa pasrah dan lega luar biasa. Bukan karena aku membencimu, namun takdirku tak berada disisimu harusnya sudah kubaca.
Aku resmi menghirup suasana hangat. Tubuhku dibalut dengan indah, secantik mereka dan tampak kuat. Dua tangan ini seakan ingin menyulap penampilanku dari luar dan membiarkan diriku tetap menjadi diriku apa adanya. "You are priceless, inside and outside", begitu kau ucap saat membalut tubuhku. Tak butuh waktu lama aku berdiri sejajar dengan yang kokoh. Tak lagi meringkuk di pojok ruangan atau di ruangan gelap. Inilah aku yang sekarang..kardus manis
hahaha,, tak kiro opo shin...
BalasHapus(y)
apa hayooo hahahha
Hapus