Viewer

Minggu, 12 Maret 2017

Yang Tidak Sederhana

Begitu banyak malam terlewat sama seperti begitu banyak pertanyaan yang terlewat tanpa jawaban
Bagaimana jika tidak pernah kutemukan?
Bagaimana jika kucinta segala yang tidak pasti?
Bagaimana jika aku mampu merindukan segala yang tidak ada?

Berkali-kali dihadapkan pada tatapan mata nyatanya tidak sedalam yang pernah kudapat
Jauh sebelumnya,,
Bagaimana jika yang jauh sebelumnya tidak berhak kembali?
Berkali-kali aku diperdengarkan suara lembut namun tidak semerdu yang pernah berbisik
Jauh sebelumnya,,
Bagaimana jika yang jauh sebelumnya tidak ingin kembali?

Beberapa cerita yang pernah singgah tentang dua insan seperti
seharusnya dia dan dia bisa saja bersama, ternyata suku/adat mereka berbeda
seharusnya dia dan dia bisa saja bersama, tapi ekonomi mereka berbeda
seharusnya dia dan dia bisa saja bersama, namun mereka berbeda taraf kecerdasan
seharusnya dia dan dia bisa saja bersama, sayangnya orang tua mereka tidak setuju
seharusnya dia dan dia bisa saja bersama, andaikan mereka tidak pernah saling menyakiti sebelumnya
seharusnya dia dan dia bisa saja bersama, jika mereka berani jujur sedari awal

Semua kalimat setelah seharusnya, seharusnya memang sebuah masalah yang sederhana. Namun nyatanya membawa dampak sungguh besar. Andaikan itu memang sederhana dia dan dia bisa bersama sehingga dia dan dia tidak perlu hidup dengan orang yang tidak sepenuhnya dicinta dan dirindu.

Begitu banyak malam yang terlewat, dan satu malam lagi akan terlewat..sepertinya akan berujung pada ditutupnya jendela kamar dan mengucapkan salam pada rintikan hujan dan bulatnya bulan. Wahai malam, berikan jawaban entah esok atau esok atau esok lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar